Ya Allah, terima kasih untuk semuanya. Terima kasih atas kehidupan ini. Dari kehidupan yang Engkau berikan, saya bisa mendapatkan berjuta cerita dan kisah. Terima kasih telah memberi saya kesempatan mengukir di blog ini.
Rabu, 08 April 2015
Kamis, 09 Januari 2014
HITAM
Hitam ituuuu hitam,
Hitam ituuuu hitam,
Hitam bisa terlihat di atas hitam,
Hitam bisa terlihat di atas hitam,
Hitam bisa terlihat di atas hitam,
Walau hitam,
Walau hitam,
Walau hitam,
Akankah hitam selamanya akan hitam???
Hitam.......
Hitam.......
Hitam.......TENTANG SURTI
Cewek sombong, sok kuat. Yah, beginilah Surti selalu merasa sok kuat dan gak butuh pria. Padahal itu cuman buat kedok kenapa Surti masih jomblo sampai usia senja. Usia senja??? Ah, usia cuman sebuah besaran yang familiar ditampilkan dengan satuan “tahun” atau “bulan” untuk bayi yang masih unyu-unyu. Usia senja tidak mengubah gaya hidup Surti. Selalu merasa muda, padahal anak SMP bilang Surti ini ABG tua.
Jomblo.....
Surti lebih merasa enjoy saat menyandang gelar ini.
Dari pada punya pacar tapi gak pernah ngajak jalan. Diajak jalan gak pernah bilang okey. Surti jalan sendiri malah dkilaim cewek gak bener. Emang Surti aja yang gak bener?? Ngaca sana dunx sayang!!
Dari pada punya pacar tapi suka njajan di sarkem. Ngakunya lagi bakti sosial. (*sarkem = pasar kembang = salah satu tempat full prostitusi di sebuah daerah)
Dari pada punya pacar tapi asik sendiri di dunia maya (*cemen), rencananya mau cari referensi daun muda yg bisa dikawinin. Tapi beraninya cuman gombal gambul fals di dumay. Hadeeeeeeccchhhh.....
Dari pada punya pacar cuman buat status. Dan ternyata Surti sendiri yang jadi korban status. Mengenaskan!
Dari pada punya pacar tapi bedakan tebel, topengnya setebel diktat SD.
Dari pada punya pacar sok keren, sok ganteng, sok kaya, sok paling OK, sok’i es aja lah!
Giliran dapet pacar setia, proteknya minta ampun. Gak bisa ngejalanin hobby.
Giliran dapet pacar sehobby, jadwal jadi terbatas. Jalan kemana aja harus sama pacar. Enak sih digratisin, tapi kurang maksimal, kurang tereksplor.
Giliran dapet pacar ganteng asli dan gak sok-sok’an, malah dibilang pacarnya nginjek kodok.
Hidup Surti gak bakal tamat tanpa pacar.
Surti ini wanita yang gak punya cinta (*kayaknya), atau mungkin dia tidak tau rasanya mencintai. Tapi Surti bisa membedakan dan merasakan mana pria yang tulus menyayangi dan mana yang hanya aspal belaka. Hmmmm......
Tiap punya pacar gak pernah khawatir kehilangan. Malah merasa senang dan merdeka saat ditinggal pergi pacarnya. Aneh!!!
Cuma butuh waktu hitungan hari buat Surti untuk move on pasca putus ma pacar.
Pacar bikin hidup Surti kayak lutung di kebun binatang, gak bisa bebas. Mau panjat-panjat pohon, paling mentok pohon akasia. Itupun di dalam kerangkeng kawat berdiameter 2 mili meter rangkap 3. Tambah sepet lagi kalo pertengahan bulan, pohon akasianya dipotong sepertiga bagian. Kapan bisa nyolong pisang pak tani kalo dikurung teruuuuuusssss......
Pacar bikin otak Surti buntu ‘n buntung. Bikin inspirasi gak bisa keluar, nyumpel di pembuluh darah. Dan tau kah apa yang akan terjadi??? Pembuluh darah bisa membengkak karena sumpelan inspirasi yang semakin menumpuk tertahan gak bisa ngalir. Pecah bisa juga. Pembuluh darah di otak pecah???? Bahaya stroke bisa juga tuh.
Pacar bikin kreativitas Surti yang sudah mentereng di tingkat atas sumbu “y” turun drastis melewati sumbu “x”. Daaaannnn ups!!! Masuk ke minus. Parah! Butuh tangga sepuluh ribu buat merayap naik lagi. Semoga gak ketemu ular yang bikin melorot ke kotak terbawah. Emangnya Ular Tangga????
Gak Cuma Surti yang muak punya pacar. Tapi ternyata sebenernya semua pria yang pernah khilaf jatuh cinta sama Surti, sudah tobat memacari Surti. Dan pria-pria yang menjadi mantan Surti, akan bilang “Mendingan saya bercinta dengan sesama jenis dari pada harus memadu cinta dengan wanita kayak lutung! Lompat ke sana kemari sesuka hati, tanpa peduli pacarnya ada sisi kandang mbukain pintu kerangkeng yang sebenernya tertutup tanpa gembok tanpa kunci”
And now, Surti lebih nyaman dengan predikat jomblo. Apa sih yang gak bisa dikerjain saat jomblo (jawaban = PACARAN). Mau apa aja, mau kemana aja, so pasti bisa. Mo jalan ma sapa aja gak perlu khawatir ada yang cemburu. Ada yang ndeketin, asik lagi ni, bisa dimanfaatin. Kalo udah bosen, tinggal bilang “Sapa Lo? Pacar? Kakak? Adik? Bapak? Ngapain ngurusin gw? Go out dari hidup gw!”. Ada yang deketin lagi, manfaatin lagi. Dan semua berakhir kalo dia udah berani nyatain perasaan berulang kali, dan udah gak ada alasan lagi bagi Surti buat ngulur-ulur waktu ngasih jawaban. Hello Surtiiiiiii!! Sadar dunx sayang. Jangan congkak! Kaya enggak, cantik enggak, sexy enggak, menarik apalagi!!! Udah beruntung ada yang mau ndeketin. Ini malah disia-siain. Malah sok ngemanfaatin lagi! Hadeeeew.....
Dasar perawan tua!!! Pusing mikirin Lo. Sapa gw ya, ngapain mikirin Surti.
Masa-masa PDKT tu lebih asik dari pada masa pacaran. Padahal orang-orang bilang, masa pacaran itu lebih asik dari pada pasca merit. Berarti masa paling asik adalah masa PDKT. Begitulah pemikiran Surti. Pemikiran yang sangat bodoh. Dan ini juga yang bikin Surti males bikin komitmen dengan pria, kayak wanita-wanita dewasa lainnya, alias M E N I K A H. Buat apa nikah, gini aja udah terlalu asik. Apalagi di usia Surti yang sudah kadaluwarsa untuk memikirkan pernikahan. Bikin Surti makin males mikirin hal gak penting itu.dan Surti bilang, “Gw siap untuk tidak menikah.” Takut gak ada yang ngrawat kalo sudah renta? “TIDAK sama sekali”, Surti bilang. Surti sudah mempersiapkan asuransi jiwa untuk hari tua. Sudah pesan tempat di panti jomblo, ‘eh panti jompo maksudnya. Punya sertifikat tanah atas nama Surti sendiri juga, bukan tanah warisan, tapi tanah kuburan. Tanah warisan juga punya. Tapi Surti tidak begitu memperhitungkan itu. Surti hanya bisa merencanakan, tapi keputusan hanya di tangan Tuhan. Dan hanya bisa berdoa untuk masa rentanya agar tidak meleset dari planing.
Walaupun gak bisa dipungkiri, di bagian hati kecil Surti (sekecil DNA bakteri), kalo liat temen-temennya udah pada nenen’in anak ketiga mereka, bikin Surti ngelus dada yang masih trepes, gepeng, kempes, kayak tutup gelasnya mbah kakung. Pengen itu pasti. Gw tau banget isi hati kecilnya Surti. Walaupun udah ditutup pake’ lempengan baja tipis kedap suara. Tapi suara hati ternyata masih tembus, ternyata gak ada bahan yang bisa jadi pengedapnya. Surti Surtiiiiiii....
Senin, 18 Februari 2013
DEHEM AWAL DARI SENGSARA
Aku tak mengerti mengapa ini terjadi. Kurasa awalnya aku cuma berbisik. Berbisik tentang makna yang tak pasti. Lambat laun tanpa kusadari kebisikan itu berubah menjadi kebisingan. Tak kusadari pula tak hanya aku dan dia di sini. Baru kami sadari bahwa ada seseorang diantara kami, kala keluar sebuah "dehem" dari seseorang itu. Seseorang yang dari tadi kami bisikkan. Seseorang yang dari tadi kami kami bicarakan. Seseorang yang dari tadi kami obrolkan. Seseorang yang ada dalam cerita kami hari ini. Kini seseorang itu telah muncul diantara kami. Kini bukan hanya malu yang kami dapat. Namun siksaan batin yang kami terima, sengsara hati yang kami peroleh. Semoga ini tidak akan menjadi sebuah penyesalan hidup bagi kami, serta aib bagi anak cucu kami. Yang kami harapkan, semua ini akan menjadis ebuah pelajaran besar bagi kami, agar kami bisa selalu was-was dan waspada dalam menggosip dan ngerumpiin seseorang.
*dicuplik dari sebuah halaman DAIRY KOPLAX masa muda saya
*dirancang pertama kali oleh Wahyu
pada Agustus 2004
ASAL TULIS 01
perjalanan suci di bulan juli,
memilukan hati menyenangkan sekali,
tanpa peduli kanan kiri,
saling caci mencaci tiada henti,
hanguskan badan gemburkan hati,
tak kusadari terselip kasih di hati,
insan pilihan hati mesti memilih satu diantara dua,
yang satu harus diduakan yang dua harus disatukan,
hati riang kian cemerlang,
memandang bintang tak pernah usang,
bintang datang dalam pelukan,
hati girang penuh kenangan,
berujung kerudung berhati mendung,
senandung hati kian tak terbendung,
dung...dung...dung...neng kene ono kudung,
kudunge mlendung utek'ke rodo melengkung...
hehehehehe....
hahahahaha....
hihihihihihihi....
huuuu....
(disurak'i ditudingi horeeee!!!!)
*dicuplik dari sebuah halaman DAIRY KOPLAX masa muda saya
*dirancang pertama kali oleh Wahyu & Nunung
pada Agustus 2004
memilukan hati menyenangkan sekali,
tanpa peduli kanan kiri,
saling caci mencaci tiada henti,
hanguskan badan gemburkan hati,
tak kusadari terselip kasih di hati,
insan pilihan hati mesti memilih satu diantara dua,
yang satu harus diduakan yang dua harus disatukan,
hati riang kian cemerlang,
memandang bintang tak pernah usang,
bintang datang dalam pelukan,
hati girang penuh kenangan,
berujung kerudung berhati mendung,
senandung hati kian tak terbendung,
dung...dung...dung...neng kene ono kudung,
kudunge mlendung utek'ke rodo melengkung...
hehehehehe....
hahahahaha....
hihihihihihihi....
huuuu....
(disurak'i ditudingi horeeee!!!!)
*dicuplik dari sebuah halaman DAIRY KOPLAX masa muda saya
*dirancang pertama kali oleh Wahyu & Nunung
pada Agustus 2004
Rabu, 13 Februari 2013
Bukan Photo Box
Sahabat.....
Masih ingatkah dengan photo ini...
Kapan photo ini diambil?
Dimana photo ini diambil?
Lebih dari 10 tahun yang lalu. Di sebuah studio sempit d Jalan Kates Boyolali. Waktu itu kamera digital belum familiar. Kamera hp jg belum sengetrend saat ini. Hp saja baru beberapa orang yang punya. Hp masih menjadi sebuah barang mewah.
Entah apa yang ada di otak kita bertiga waktu itu. Bisa-bisanya kita menganiaya seorang juru photo amatir. Memaksanya untuk memotret 3 orang model papan catur. Yang narsisnya minta ampun. Padahal waktu itu kata narsis juga belum menjadi trend. Kita malah sudah mendahului memasyarakatkan watak narsis. Benar-benar tidak beradab dan sangat biadab. Jatah pas photo 1 orang setengah badan, kita paksa untuk memasukkan 3 badan kita secara bersamaan. Bukan photo box. Karena waktu itu di kota kecil kami belum ada yang namanya photo box. Kalau kami ingin menggunakan fasilitas photo box, kami harus menempuh perjalanan jauh ke kota agak besar di seberang kota kecil kami. Dompet kami kurang tebal kalau untuk photo box, ditambah lagi transportasi ke sana. Dan inilah solusi paling tepat sebagai pengganti photo box. Harganya sesuai dompet kami. Hasilnyapun tidak kalah mulus dengan photo box. Sahabat, photo ini masih terpampang di kamar saya. Tercetak 10R, tertempel di dinding kamar saya yang selalu berantakan. Menambah semaraknya suasana kamar saya. Terkadang geli dan tersenyum sendiri bila ingat kalian waktu itu.
Kamis, 24 Januari 2013
MENYIBAK KENANGAN KOPLAX MASA LAMPAU
Kisah ini sebelumnya pernah saya ekspos di sebuah media maya.
Saya tampilkan lagi, sekedar buat isian di blog, biar g vakum :)
![]() |
| Wajah polos wanita '80-an |
naek merbabu bertiga, bolos skull bertiga ‘mpe Paris,
naek merapi bertiga, nyusuri jalur kartini yang rimbun !!!hikz,,,
inget juga kan ma jagung bakar ketep ???!! jagung manis tu Lho,,,,
makan jagung bakar di dinginnya udara pegunungan.
rasanya ajiiiipppppppp…….
tyus pulang dari ketep kita bertiga bikin sandiwara konyol di tengah jalan!!!
koq ternyata dulu kita terlalu gila ya???!!!!!!
*baru nyadar ni pas dah tua*
naek vespa bertiga !!! –> lagi2 pake’ Vespa Super milik Babe Gw !! Aku ndekem di depan kayak anak kecil diboncengin bapak’e !! Nunx yg pegang kendali, Rully enak2an duduk di jok belakang. muter2 boyolali citySinting !!!!
masa muda kita,,,
masa penuh kekonyolan dan kekoplakan,,,,
cukup dijadikan kenangan.
moga gak menurun ke anak cucu kita,,,,
amit amit jabang bayi’ !!!
special for my crazy friends’,
PARAWAGI --> Para Wanita Gila.
yang tak pernah lekang oleh waktu,
sejak jaman SMA....
Nunx + Rully
Selasa, 15 Januari 2013
Keindahan yang menyakitkan
Waktu itu pertama kali kukenalkan dia pada sebuah tempat indah yang selalu kukagumi,
Dan dia pun kemudian juga mengaguminya,
Namun dari tempat indah inilah sebuah kekacauan muncul di tengah kehidupan kami,
Tempat yang penuh keindahan tapi penuh hal menyakitkan pula,
Mereka bilang percuma selalu ada penyesalan,
Tak perlu memelihara rasa bersalah berkepanjangan,
Aku harus bangkit,
Karena aku masih harus membangkitkannya,
Tuhan, kuatkan hamba....
Dan dia pun kemudian juga mengaguminya,
Namun dari tempat indah inilah sebuah kekacauan muncul di tengah kehidupan kami,
Tempat yang penuh keindahan tapi penuh hal menyakitkan pula,
Mereka bilang percuma selalu ada penyesalan,
Tak perlu memelihara rasa bersalah berkepanjangan,
Aku harus bangkit,
Karena aku masih harus membangkitkannya,
Tuhan, kuatkan hamba....
Sepenggal Syair by Tangga
Sabtu, 21 Januari 2012
PESONA PENYIKSAAN PULAU SEMPU
SEPENGGAL CATATAN HARIAN SEORANG WANITA LAJANG KURANG KERJAAN
Kamis, 19 Januari 2012
04.45 WIB
Persiapan buat My tour to “Sempu Island” besok ;-)
Nyetrika segunung....
Habis nyetrika dilanjut nyuci seember.
Prepare barang-barang yang mo dibawa besok.
Hari ini mendadak rajin!!!
Hehehe,,,
Deg-deg’an ni menantikan hari Jum’at ;-)
19.23 WIB
Lagi asik packing...
Tiba-tiba kuterima sms dari seorang sahabat,
“Waduh yu’... Info terbaru, perahu g berani nyebrang ke Pulau Sempu, ombak tambah besar... Uda 2 hari ne ternyata... Gmn?”
Betapa hancur harapanku....
Semangatku mendadak lenyap!!!
Hilang mood seketika!!!!
Padahal dah dipLaning sejak seminggu yang lalu.
Gini nih kLo pLaning kelamaan, ujung-ujungnya malah gagal ;-(
Aku lebih seneng planing dadakan. Planing satu hari, trus langsung brangkat. Nah ini, dah diplaning seminggu. Padahal dah provokasi kemana-mana ;-(
Provokator yang gagal ;-(
Hmmmm......
Belum ada pLaning “B”. Memutar otak mencari alternatif tempat tujuan.
“CILACAP NUSA KAMBANGAN”
Tiba-tiba terbersit tuh tempat.
Tapi gak jadi...
Karna beberapa alasan.
Malam ini aku tidur dgn kondisi kamar sangat berantakan sekali, penuh barang berserakan dimana-mana.
Packing cancle!!!
Gak aku lanjutin packingnya.
Kubiarkan kamar kayak kapal pecah!!
Kayak otak’ku malam ini.
Huh!!!!
Jum’at, 20 Januari 2012
07.45 WIB
Hari yang sangat malazzzz....
Mo mberesin kamar masih males.
Brangkat kerja, masih tetep kubiarkan kamarku kayak kapal pecah!!!
09.07 WIB
Ditelepon “Privat Number”....
Awalnya gak tau siapa yang nelpon.
Asal nebak, tapi salah.
“Slamat datang di Malaaaaaanggggg”,
Suara dari speaker hp’ku!!!
Beneran????
“Bener sekali!!!”
Oh yesss!!!!
I’m ready!!!!
Hahaha...
Gak jadi gagal!!!
Langsung saja kukabari semua personil soal kabar gembira ini...
15.15 WIB
Pulang kerja.
Dengan semangat empat lima mberesin kamar.
Nglanjutin packing yang tadi malam sempat terhenti.
Packing kiLat niy ;-)
15.45 WIB
Berangkat dari Semarang.
Agak gerimis...
Hmmmm....
18.00 WIB
Transit di Boyolali dulu.
Dah gak ujan.
Mampir rumah ;-)
*aku asli dari Boyolali, kerja di Semarang*
Packing lagi ma dek Dani (adek kandungku, cewek).
20.15 WIB
Brangkat dari rumah ma dek Dani with bLue scOopy...
Ketemuan m mbak Rully (temen deketku) di depan Telkom Boyolali.
Trus langsung cabut menuju Surakarta (20.30 WIB).
21.15 WIB
23.11
Ngawi, perbatasan Jawa Tengah – Jawa Timur.
Sabtu, 21 Januari 2012
01.10 WIB
Hampir masuk Caruban, Jawa Timur.
Perutku sudah melilit, padahal pas mampir rumah tadi aku dah makan lumayan banyak.
Badanku emang kecil, tapi porsi makanku melebihi porsi normal seorang wanita dewasa.
Hehehehe....
Makan dini hari menu = penyet lele ;-)
Mmmm.......
Bener-bener mantabz kopinya!!!
Penyet lele+kopi hitam = Rp. 10.000,00
02.30-05.10 WIB
Aku, Dani & Rully terserang virus ngantuk.
Kami memutuskan istirahat dulu di POM bensin Kertosono.
Tidur dulu, sekalian nunggu waktu subuh.
Setelah selesai sholat subuh, kami ngelanjutin tour kami.
08.30 WIB
Sampai juga di Jetis – Malang.
Transit di rumah seorang sahabat Mas UchiLL.
Rumahnya deket obyek wisata Sengkaling. Deket juga ma terminal Landungsari.
11 jam lebih berperang dengan aspal.
Saatnya istirahat, ngelurusin otot...
Menurut sinyal-sinyal telepati kami, kayaknya kami dah deket dengan rumah target. Tanya orang di sebuah warung. Ternyata salah satu pembeli adalah keponakan target. Kebetulan banget!! Diantarkanlah aku & Rully ke rumah target. Alhamdulillah ketemu.... Tapi target ternyata sedang tidak di rumah. Yang di rumah cuman anaknya, “Mbak Zahra”. Awalnya pembicaraan sangatlah kaku. Maklum, sama-sama masih muda, sama-sama gak kenal sama sekali. Tapi
Menu-menu yang spesial:
11.52 WIB
Berangkat dari Jetis – Malang, menuju Pulau SEMPU.
Berangkat dari sini, personilnya jadi 10 ekor ;-)
Tambah 6 personil dari Malang.
10 personil tersebut adalah:
14.45 WIB
Awalnya kami sangat tersiksa oleh gelitikan-gelitikan itu. Namun perlahan gelitikan itu tak kami rasakan lagi. Mungkin lama-lama kami jadi kebal terhadapnya. Ya ya ya...
Go go girl!!!
Kamu bisa!!!
Aku rasa aku sudah berjalan dua jam lebih. Hari sudah mulai gelap. Dulu Yayan bilang jalan ke Segara Anakan cuman 1 jam!! mmmmm.....
Yeacccchhhh...
Kena tipu!!!!
Hahaha....
Tak apalah.
Memang sudah takdirku....
Qiqiqi...
Tak perlu ada penyesalan. Lama-lama aku makin bisa menikmati penyiksaan ini. Penyiksaan yang seru dan mengasyikkan ternyata!!!
Tantangan-tantangan baru kutemukan di sini. Medan ini tak khan pernah kutemukan di gunung Merapi ataupun Merbabu. Yuhuuuuu.....
Terpeleset, terjatuh, terbentur, tersangkut, terperosok, terjerembab....
Point-point yang perlu didokumentasikan. Hitung sendiri berapa kali anda melakukan point-point “ter” yang tersebut di atas!!! Hahaha...
Perjalanan ini ternyata asik. Sangat mengasyikkan. Entah bagaimana bentukku malam ini.
Penuh lumpur pastinya. Gak cuman di kaki. Gak cuman di badan. Kayaknya wajahku juga penuh lumpur. Kena cipratan dan olesan dari tangan-tangan jahil!! Tak apalah...
Asyik sekali perjalanan ini...
*menghibur diri. Walau sebenarnya yang kuinginkan adalah segera terbebas dari penyiksaan ini*
Qaqaqa....
Jalanku terlalu lambat sepertinya. Teman-temanku sudah jauh di depanku. Mungkin mereka sudah sampai di tempat tujuan. Masa bodoh. Siput gak masalah, yang penting bisa sampe!!
*tapi kapan yaaaaaa....*
19.40 WIB
Ya Allah....
Terima kasiiiihhhh....
Ini bukan mimpiiiii....
Saatnya mendirikan tenda-tenda bagi kaum pria.
Dan saatnya memasak bagi kaum dharma wanita, menyiapkan makan malam!!
Go go go...
Minggu, 22 Januari 2012
Pagi di Segara Anakan.
Saatnya menikmati indahnya ciptaan-Nya. Sayang sekali, pagi ini kabut menyelimuti Segara Anakan. Gak dapet sunrise!! Hmmmm......
Segara Anakan....
Capek bermain-main di air,
Aku, Dani ‘n Rully melelapkan diri di atas pasir sejenak.
Kami jadwalkan setengah jam buat mengorok’kan diri.
Hohoho.....
Pulau SEMPU....
Keren....
Cakep...
Manis...
Menakjubkan...
It’s beautifulll!!!!
Full beauty!!!
Hhhmmmmmm....
Allah memang Maha Hebat. Menciptakan point-point yang begitu indah di tiap sudut dunia. Ini baru di tanah Kabupaten Malang. Gak ada 1%nya. Sipp sipp sippp...
11.16 WIB
Saatnya packing...
Mau tidak mau, haruz mau!!! Aku masih pengeeeeen di siniiiiii!!!!! Dengan berat hati kumasukkan barang-barang yang kubawa ke sini. Aku tidak ingin membayangkan jalan yang haruz kulalui nanti. Apakah masih seperti kemaren??!!!! Ataukan tiba-tiba sudah direnovasi, dipasang paving atu mungkin sudah diaspal???!!! Plaaaakkkk...
Ups!! Jangan mimpi tololllll!!!! Hahaha...
13.00 WIB
Senin, 23 Januari 2012
07.30 WIB
Start dari rumah Yayan. Mampir bentar di tugu Balai Kota Malang. Biasaaaa.....
Ambil gambaaarrrr...
Narsis abizzzsss!!!!
Qiqiqi...
18.30 WIB

Kamis, 19 Januari 2012
04.45 WIB
Nyetrika segunung....
Habis nyetrika dilanjut nyuci seember.
Prepare barang-barang yang mo dibawa besok.
Hari ini mendadak rajin!!!
Hehehe,,,
Deg-deg’an ni menantikan hari Jum’at ;-)
19.23 WIB
Lagi asik packing...
Tiba-tiba kuterima sms dari seorang sahabat,
“Waduh yu’... Info terbaru, perahu g berani nyebrang ke Pulau Sempu, ombak tambah besar... Uda 2 hari ne ternyata... Gmn?”
Betapa hancur harapanku....
Semangatku mendadak lenyap!!!
Hilang mood seketika!!!!
Padahal dah dipLaning sejak seminggu yang lalu.
Gini nih kLo pLaning kelamaan, ujung-ujungnya malah gagal ;-(
Aku lebih seneng planing dadakan. Planing satu hari, trus langsung brangkat. Nah ini, dah diplaning seminggu. Padahal dah provokasi kemana-mana ;-(
Provokator yang gagal ;-(
Hmmmm......
Belum ada pLaning “B”. Memutar otak mencari alternatif tempat tujuan.
“CILACAP NUSA KAMBANGAN”
Tiba-tiba terbersit tuh tempat.
Tapi gak jadi...
Karna beberapa alasan.
Malam ini aku tidur dgn kondisi kamar sangat berantakan sekali, penuh barang berserakan dimana-mana.
Packing cancle!!!
Gak aku lanjutin packingnya.
Kubiarkan kamar kayak kapal pecah!!
Kayak otak’ku malam ini.
Huh!!!!
07.45 WIB
Hari yang sangat malazzzz....
Mo mberesin kamar masih males.
Brangkat kerja, masih tetep kubiarkan kamarku kayak kapal pecah!!!
09.07 WIB
Ditelepon “Privat Number”....
Awalnya gak tau siapa yang nelpon.
Asal nebak, tapi salah.
“Slamat datang di Malaaaaaanggggg”,
Suara dari speaker hp’ku!!!
Beneran????
“Bener sekali!!!”
Oh yesss!!!!
I’m ready!!!!
Hahaha...
Gak jadi gagal!!!
Langsung saja kukabari semua personil soal kabar gembira ini...
15.15 WIB
Pulang kerja.
Dengan semangat empat lima mberesin kamar.
Nglanjutin packing yang tadi malam sempat terhenti.
Packing kiLat niy ;-)
15.45 WIB
Berangkat dari Semarang.
Agak gerimis...
Hmmmm....
18.00 WIB
Transit di Boyolali dulu.
Dah gak ujan.
Mampir rumah ;-)
*aku asli dari Boyolali, kerja di Semarang*
Packing lagi ma dek Dani (adek kandungku, cewek).
20.15 WIB
Brangkat dari rumah ma dek Dani with bLue scOopy...
Ketemuan m mbak Rully (temen deketku) di depan Telkom Boyolali.
Trus langsung cabut menuju Surakarta (20.30 WIB).
21.15 WIB
Sampe Surakarta, rumah temenku (mas dHodHot namanya). Diskusi bentar,
trus cabut go to Malang (21.40 WIB) bersama 2 scooter matic. Berangkat
dari Surakarta, personilnya jadi 4 orang. Aku boncengan ma Dek Dani,
Rully boncengan ma dHodHot.
Rute kita kali ini Surakarta-Sragen-Ngawi-Caruban-Nganjuk-Kertosono-Pare-Kandangan-Batu-Malang-Sendang Biru-Pulau Sempu.
3 cewek, 1 cowok.
Go go go go...
23.11
Ngawi, perbatasan Jawa Tengah – Jawa Timur.
Sabtu, 21 Januari 2012
01.10 WIB
Hampir masuk Caruban, Jawa Timur.
Perutku sudah melilit, padahal pas mampir rumah tadi aku dah makan lumayan banyak.
Badanku emang kecil, tapi porsi makanku melebihi porsi normal seorang wanita dewasa.
Hehehehe....
Makan dini hari menu = penyet lele ;-)
Kopi hitam kental melengkapi kekentalan suasana dini hari ini. Yang ini
baru aku temui di Jawa Timur. Kopi hitam, dengan ampas seperempat gelas.
Kata Dhodhot, ini belum seberapa. Ada lagi yang lebih ngeri. Daerah
Jawa Timur emang gitu, kebanyakan warung menyajikan kopi hitam dengan
takaran sangat kental dalam sebuah cangkir kecil. Yang aku minum belum
seberapa, biasanya malah ampasnya sampe setengah gelas.
Mmmm.......
Bener-bener mantabz kopinya!!!
Penyet lele+kopi hitam = Rp. 10.000,00
02.30-05.10 WIB
Aku, Dani & Rully terserang virus ngantuk.
Kami memutuskan istirahat dulu di POM bensin Kertosono.
Tidur dulu, sekalian nunggu waktu subuh.
Setelah selesai sholat subuh, kami ngelanjutin tour kami.
08.30 WIB
Sampai juga di Jetis – Malang.
Transit di rumah seorang sahabat Mas UchiLL.
Rumahnya deket obyek wisata Sengkaling. Deket juga ma terminal Landungsari.
11 jam lebih berperang dengan aspal.
Saatnya istirahat, ngelurusin otot...
Rully dapet wangsit dari ortunya, suruh nemuin sodara jauh yang tinggal
di daerah Malang. Sekalian mampir. Cuman dikasih alamat singkat. Padahal
Rully sama sekali belum pernah ketemu ma mereka. Dengan modal alamat
secukupnya dan nomor telepon rumah tujuan,
Berangkatlah aku m Rully ke alamat tujuan. Yang laen istirahat di rumah
ucHiLL. Bak tim dari “Termehek-mehek”, aku nganterin Rully mencari
target!! Hehehe....
Telpon ke nomor rumah target. Lun kelar nanya, telepon dah terputus!! Ternyata pulsa mbak Rully huabizzzz!!!! Hikz...
Padahal aku juga gak bawa hp. Hp’ku dicharge di rumah ucHiLL!!!
Menurut sinyal-sinyal telepati kami, kayaknya kami dah deket dengan rumah target. Tanya orang di sebuah warung. Ternyata salah satu pembeli adalah keponakan target. Kebetulan banget!! Diantarkanlah aku & Rully ke rumah target. Alhamdulillah ketemu.... Tapi target ternyata sedang tidak di rumah. Yang di rumah cuman anaknya, “Mbak Zahra”. Awalnya pembicaraan sangatlah kaku. Maklum, sama-sama masih muda, sama-sama gak kenal sama sekali. Tapi
lama-lama nyambung juga ;-)
kami dijamu dengan sangat istimewa!!
Dapet sarapan gratis puLa!!
Jadi agak enak niy.
Hehehe....
- Serundeng daging sapi (terbuat dari parutan kelapa, digoreng dikasih bumbu pedas+manis+asin, dikasih gula jawa sampai warnanya coklat, dicampur potongan kecil daging sapi)
- Dadar jagung (serutan jagung manis, dikasih sedikit campuran tepung dan telur, dicampur jadi satu truz digoreng). Dalam 3 kali kunjunganku ke Malang, seringkali aku ketemu menu ini. Dan baru aku temui di Malang.
- Sayur nangka muda yang dimasak kuah, bumbu gulai.
- Sambal goreng labu siam (labu siam dipotong tipis-tipis memanjang, dikasih bumbu pedas, dimasak dengan kuah santan).
11.52 WIB
Berangkat dari Jetis – Malang, menuju Pulau SEMPU.
Berangkat dari sini, personilnya jadi 10 ekor ;-)
Tambah 6 personil dari Malang.
10 personil tersebut adalah:
Bang Anton alias Dhodhot
Jenis kelamin : cowok
Hubungan : temen gunung, kenal di gunung Lawu tahun 2004
Kota asal : Surakarta
Start touring : Surakarta
Jenis kelamin : cowok
Hubungan : temen gunung, kenal di gunung Lawu tahun 2004
Kota asal : Surakarta
Start touring : Surakarta
Wahyu Widyati alias Wahyu (it’s me)
Jenis kelamin : cewek
Kota asal : Boyolali
Start touring : Semarang
Rian Ruli Narulita alias Rully
Jenis kelamin : cewek
Hubungan : sohib kenthel, kenal sejak SMP (sekitar tahun 1998)
Kota asal : Boyolali
Start touring : Yogyakarta
Daniastuti alias Dani
Jenis kelamin : cewek
Hubungan : adek kandung seibu sebapak
Kota asal : Boyolali
Start touring : Boyolali
Yayan
Jenis kelamin : cowok
Hubungan : temen gunung, kenal di gunung Semeru Juni 2011
Kota asal : Malang
Start touring : Malang
Gunawan alias UchiLL
Jenis kelamin : cowok
Hubungan : temennya Yayan, baru aja kenal
Kota asal : Malang
Start touring : Malang
Herry
Jenis kelamin : cowok
Hubungan : temennya Yayan, baru aja kenal
Kota asal : Malang
Start touring : Malang
Alvian
Jenis kelamin : cowok
Hubungan : temennya Yayan, baru aja kenal
Kota asal : Bali
Start touring : Malang
Wahyu Kartikasari alias LoLock’
Jenis kelamin : cewek
Hubungan : temennya ucHiLL, baru aja kenal
Kota asal : Semarang
Start touring : Malang
Herick’
Jenis kelamin : cewek
Hubungan : temennya LoLock’, baru aja kenal
Kota asal : Malang
Start touring : Malang
Waktunya go to Sempu Island....
Dari Malang kita akan menempuh perjalanan motor sekitar 3 jam menuju
Pantai Sendang Biru. Mendekati Sendang Biru, kami melalui jalur
perbukitan yang berkelok-kelok kayak spiral.
14.45 WIB
Pantai Sendang Biru...
Agak gerimis....
Masuk lokasi Sendang Biru, kita harus bayar loket masuk Rp. 6.000,00.
Namun harga itu terkadang bisa dinego, pinter-pinter kita’nya aja yang
ngrayu petugas. Alhamdulillah, aku berhasil ngedapetin potongan Rp.
1.000,00 per orang. Lumayaaaannnn....
Hehehe....
Untuk masuk pulau SEMPU, kita harus mengurus perijinan di kantor petugas
penjaga pulau SEMPU. Kata pak petugas, sebenernya pulau SEMPU adalah
cagar alam yang dilindungi negara. Sebenernya cuman kelompok-kelompok
tertentu aja yang boleh masuk ke pulau. Yang memang punya tujuan resmi
dari sebuah instansi. Kayak penelitian dan semacamnya. Itupun harus
mengurus perijinan di kantor Surabaya. Menurut aturan, Pulau SEMPU
bukanlah tempat wisata yang bebas dikunjungi. Aturan tinggallah aturan,
itulah negara kita. Dengan membayar uang administrasi pada petugas
seikhlasnya, minimal Rp. 3.500,00 per orang (kata petugasnya), kita bisa
bebas keluar masuk pulau SEMPU. Katanya ciy seikhlasnya, tapi mereka
mematok harga minimal untuk sebuah kata ikhlas!!!
Qiqiqi....
Karna ikhlasku cuman Rp. 3.000,00 per orang, maka aku cuman ngasih Rp.
3.000,00 per orang!!! Gak pa pa khan pak petugas?? Yang penting khan
ikhlasssss... Pak petugas cuakepp dEy!!!
*maafkan aku ya Allah, telah berfitnah. Padahal bapaknya gak da cakep-cakepnya sama sekali!!*
Hehehehe.... Di sini kita hanya diberi ijin berkunjung di pulau SEMPU
maksimal 2 hari, tidak boleh lebih. Di sini kami harus mempersiapkan
perbekalan dengan baik. Yang paling utama, AIR TAWAR.
Karena di pulau SEMPU nanti, kami tidak akan menemukan sumber air tawar.
16.30 WIB
Berangkat menyeberang selat di celah samudera Hindia (selat apa namanya
aku gak tau, aku lupa nanyain) menuju Pulau SEMPU, menggunakan perahu
motor sewaan ;-)
Ooooohh...
Senangnya hatiku...
Mimpiku hampir terwujud!!!!
Harga sewa perahu motor Rp.100.000,00 per perahu. Dengan maksimal
penumpang 10 orang. Perahu ini akan mengantar kita berangkat dan pulang
dari pulau SEMPU. Kita harus meminta nomor Hp pemilik perahu. Bila kita
telah puas di pulau SEMPU, kita bisa telepon pemilik perahu untuk
menjemput kita di pulau SEMPU.
16.55 WIB
Perahu mendarat di Pulau SEMPU, teluk Semut. Biasanya para pengunjung
diturunkan di teluk Semut. Teluk yang indah, dengan tanaman bakau
tersebar di seluruh bibirnya. Aku sudah berada di pulau SEMPU. Rasanya
kayak mimpi.... Hihihihi...
SEMPU SEMPU SEMPU .........Yeaaacccchhhhhh.....
Pulau SEMPU,
Pulau kecil tanpa penghuni manusia. Cuman dihuni beberapa spesies dan
vegetasi. Sebuah pulau di seberang selatan Pulau Jawa. Tepatnya di
seberang selatan Jawa Timur. Wilayah pulau SEMPU adalah milik pemerintah
kabupaten Malang – Jawa Timur. Pulau SEMPU mempunyai sebuah danau air
asin, namanya “Segara Anakan”. Di sekitar danau itulah biasanya para
camper bermalam. Danau itu jadi tujuan kami saat ini. Kumulai
petualanganku dari bibir pulau SEMPU (teluk Semut) menuju Segara Anakan.
Berjalan menembus hutan belantara menuju Segara Anakan. Kuawali
petualanganku dengan semangat baja, menggebu-gebu!!! Hhhhmmmm....
Jalur yang harus aku lalui Jalan berlumpur, becek, licin, njeblok (orang jawa bilang).
Aku salah pake’ sendal. Terlalu susah jalan pake’ sendal. Temen-temen
yang laen juga ngerasa kesusahan jalan pake’ sendal. Sendal kami
kemasukan lumpur, jadi licin. Tiap jalan, sendal kami lengket ke lumpur.
Benar-benar gak nyaman. Ujung-ujungnya, kami melepas sendal, dan lebih
memilih berjalan di atas lumpur tanpa alas kaki. Wow....
Medan yang masih tabu bagi kakiku. Lumpur setinggi lutut terpaksa aku
lalui berkali-kali. Di sini tak ada kerikil-kerikil dan batu-batuan yang
mengganggu jalan kami. Namun sesekali kami juga haruz siap-siap menahan
sakit bila tiba-tiba di bawah kubangan lumpur yang kami lalui
tersembunyi akar-akar tanaman atau batu-batu karang laut (yang nyasar ke
hutan) yang siap menggelitik telapak kaki kami. Aw aw aw...
Awalnya kami sangat tersiksa oleh gelitikan-gelitikan itu. Namun perlahan gelitikan itu tak kami rasakan lagi. Mungkin lama-lama kami jadi kebal terhadapnya. Ya ya ya...
Pengalaman pertama bagiku. Lebih menyiksa dari naek SEMERU. Klo disuruh
milih, aku lebih memilih berjalan di bukit pasir SEMERU dari pada
berjalan di sini.
*pilihan orang bodoh!!!! Enakan tidur di rumah lahhhh!!!!*
Tapi apa daya, aku sudah terlanjur terjebak dalam permainan lumpur ini.
Aku harus bisa menyelesaikan sampe level terakhir. Haruz haruz haruz!!!!
Kamu bisa!!!
Aku rasa aku sudah berjalan dua jam lebih. Hari sudah mulai gelap. Dulu Yayan bilang jalan ke Segara Anakan cuman 1 jam!! mmmmm.....
Yeacccchhhh...
Kena tipu!!!!
Hahaha....
Tak apalah.
Memang sudah takdirku....
Qiqiqi...
Mungkin benar juga kata Yayan. Klo itu dilakukan di musim kemarau dan
dengan tenaga tiga kali lipat dari tenaga siputku. Baru kali ini aku
tracking tanpa alas kaki. Menyedihkan ;-(
Agak nyesel juga tadi pas di pos perijinan,aku nolak ditawari sepatu
sewaan seharga sepuluh rupiyah. Sepatu dengan desain khusus untuk medan
lumpur pulau SEMPU. Bentuknya kayak sepatu bola dengan bahan karet
kayaknya. Alas sepatu yang bergerigi sangat cocok dengan medan hutan
pulau SEMPU yang licin.
Sudahlah...Tak perlu ada penyesalan. Lama-lama aku makin bisa menikmati penyiksaan ini. Penyiksaan yang seru dan mengasyikkan ternyata!!!
Tantangan-tantangan baru kutemukan di sini. Medan ini tak khan pernah kutemukan di gunung Merapi ataupun Merbabu. Yuhuuuuu.....
Terpeleset, terjatuh, terbentur, tersangkut, terperosok, terjerembab....
Point-point yang perlu didokumentasikan. Hitung sendiri berapa kali anda melakukan point-point “ter” yang tersebut di atas!!! Hahaha...
Perjalanan ini ternyata asik. Sangat mengasyikkan. Entah bagaimana bentukku malam ini.
Penuh lumpur pastinya. Gak cuman di kaki. Gak cuman di badan. Kayaknya wajahku juga penuh lumpur. Kena cipratan dan olesan dari tangan-tangan jahil!! Tak apalah...
Asyik sekali perjalanan ini...
*menghibur diri. Walau sebenarnya yang kuinginkan adalah segera terbebas dari penyiksaan ini*
Qaqaqa....
Jalanku terlalu lambat sepertinya. Teman-temanku sudah jauh di depanku. Mungkin mereka sudah sampai di tempat tujuan. Masa bodoh. Siput gak masalah, yang penting bisa sampe!!
*tapi kapan yaaaaaa....*
19.40 WIB
Ya Allah....
Terima kasiiiihhhh....
Ini bukan mimpiiiii....
Aku sudah mencapai Segara Anakan!!!!
Kuceburkan diri ke dalam air asin Segara Anakan. Tak peduli hari sudah
malam. Tak kurasakan hawa dingin. Yang kurasakan hanya rasa segar,
senang, haru. Kularutkan lumpur-lumpur penyiksaan hutan pulau SEMPU di
sini. Lumpur-lumpur itu larut ke air bersama rasa perih di telapak
kakiku, serta rasa capek di badanku.
Saatnya mendirikan tenda-tenda bagi kaum pria.
Dan saatnya memasak bagi kaum dharma wanita, menyiapkan makan malam!!
Go go go...
Minggu, 22 Januari 2012
Pagi di Segara Anakan.
Saatnya menikmati indahnya ciptaan-Nya. Sayang sekali, pagi ini kabut menyelimuti Segara Anakan. Gak dapet sunrise!! Hmmmm......
Segara Anakan....
Danau yang dikelilingi bukit-bukit pulau SEMPU. Pasir putih tersebar
rata di bibir danau. Bukit tanah lempung dan bukit karang bergandengan
mengelilingi danau. Di satu bagian bukit ada sebuah celah yang
menghubungkan Segara Anakan dengan Samudera Hindia. Dari celah inilah
air laut dari Samudera Hindia bisa keluar masuk mengikuti arus ombak.
Dari sini Segara Anakan memperoleh sumber buat ngisi cekungannya. Tapi
aku belum tau pasti, berapa jumlah celah yang menghubungkan Segara
Anakan dengan Samudera Hindia. Karna aku belum sempat mengitari seluruh
bukit-bukit pulau SEMPU. Yang aku liat cuman satu celah aja.
Di sebelah selatan danau ada bukit karang. Bukit karang yang indah....
Aku mencoba menaiki cekungan di tengah bukit karang. Cukup di tengah
saja. Untuk memanjat ke atas bagiku terlalu sulit dan terlalu
membahayakan. Kita bisa menikmati beberapa sudut pemandangan di cekungan
bukit ini.
Di arah utara, kita bisa menikmati indanya Segara Anakan dan jajaran
tenda-tenda yang sedikit mengotori pemandangan (termasuk tendaku).
Pemandangan ini agak mirip dengan pemandangan saat turun dari Bukit
Sikunir Dieng. Saat turun dari bukit Sikunir, di bawahnya kita akan
menemukan pemandangan sebuah danau mirip di sini.
Di arah selatan kita bisa menikmati laut lepas, samudera Hindia yang
biasanya cuman bisa aku nikmatin lewat peta. Terlalu membahayakan klo
terlalu ke pinggir selatan bukit. Terlalu curam. Tebing karang. Posisi
90 derajat dengan laut. Di bawahnya, ombak Samudera Hindia saling
berkejar-kejaran menabrak tebing bukit karang. Salah satu temanku
(Yayan-Malang) mengingatkan aku tentang film “BEACH”nya Leonardo Di
Caprio. Yeaccchhhh, agak mirip. Saat Leonardo terjun dari sebuah bukit
menembus air di bawahnya, di pulau tempat dia tersesat. Pulau apa
namanya aku lupa. Klo gak salah, sebuah pulau di Thailand. Aku juga
agak-agak lupa dengan film ini. Tapi klo moment yang terjun itu, aku
masih inget banget.
Habis puas photo-photo di atas bukit (sebenernya belun puas juga ciy),
saatnya turun ke danau (Segara Anakan), berenang sepuasnya. Karena
terhalang beberapa bukit, ombak yang masuk ke danau gak begitu besar.
Jadi kita bisa berenang dengan tenang di danau air asin ini.
Tidur-tiduran dan bermain-main di atas pasir putih di bibir danau, asik
memang. Membuatku betah di sini. Membuatku memaafkan segala penyiksaan
yang kulalui kemaren sore hingga larut malam!!! Hehehe....
Aku terkadang bingung tentang Segara Anakan. Aku harus menyebutnya
pantai atau danau!!! Gabungan!!! Kolaborasi antara danau dan pantai ;-)
Baru di sini kutemui. Maklum, aku khan kuper, jarang kemana-mana, jarang liat yang bagus-bagus! Hahaha...
Aku, Dani ‘n Rully melelapkan diri di atas pasir sejenak.
Kami jadwalkan setengah jam buat mengorok’kan diri.
Hohoho.....
Pulau SEMPU....
Keren....
Cakep...
Manis...
Menakjubkan...
It’s beautifulll!!!!
Full beauty!!!
Hhhmmmmmm....
Allah memang Maha Hebat. Menciptakan point-point yang begitu indah di tiap sudut dunia. Ini baru di tanah Kabupaten Malang. Gak ada 1%nya. Sipp sipp sippp...
Ada sebuah binatang aneh yang kutemui di sini. Lalat penghisap darah!!! Baru denger aku!!!
Salah satu spesies khas penghuni pulau SEMPU. Berkali-kali aku digigit
lalat ini. Gigitannya lebih sakit dari gigitan nyamuk. Lalat dengan
ukuran super besar. Sayap hijau, mata lebar (layaknya lalat). Dua jarum
penghisapnya yang tumpul selalu siap menancap ke kulit saat dia hinggap
di tubuh kita. Kain kaos celana legingku bisa ditembusnya!! Hebat tu
lalat. Terkadang bekas darah hisapan masih tertinggal jelas di kain
leging.
11.16 WIB
Saatnya packing...
Mau tidak mau, haruz mau!!! Aku masih pengeeeeen di siniiiiii!!!!! Dengan berat hati kumasukkan barang-barang yang kubawa ke sini. Aku tidak ingin membayangkan jalan yang haruz kulalui nanti. Apakah masih seperti kemaren??!!!! Ataukan tiba-tiba sudah direnovasi, dipasang paving atu mungkin sudah diaspal???!!! Plaaaakkkk...
Ups!! Jangan mimpi tololllll!!!! Hahaha...
13.00 WIB
Kumulai perjalanan menuju tempat pertama kali aku mendarat di pulau
SEMPU. Melalui penyiksaan lagi. Berjalan tanpa alas kaki lagi. Bergumul
dengan lumpur lagi. Berkelakar lagi dengan akar-akar dan batu-batu
karang yang sengaja sembunyi di balik bubur lumpur. Bukan bubur lumpur,
susu coklat kentallll!!!! Mmmmm.....
Kembali kulalui jalan penyiksaan seperti kemaren. Rasanya pengen nangis
klo aku diharuskan lewat jalan ini lagi!!! Tak ada alternatip jalan yang
lebih manis kah??? Tak adakah helikopter yang bisa menjemputku di
tengah hutan ini??? Aku haruz berjalan sekitar tiga jam menuju tempat
pendaratan perahu (teluk Semut) dengan kecepatan seperti ini. Terlalu
lambat memang jalanku. Tapi tak apalah. Aku tak ingin memaksakan diri.
Demi keselamatan pula. Sudah terlalu banyak lebam hasil penyiksaan
kemarin, aku tidak ingin menambah lebam lagi di tubuh imutku. Kali ini
masih siang, masih sangat terang. Aku bisa melihat dengan jelas, jalan
macam apa yang aku lewati!!!! Ngeriii muuuuuLLLLL..... Perjuangan ini
menambah segi keindahan pulau SEMPU...... Sebuah seni....
Seperti kemarin, kali ini aku masih jadi pasukan siput yang terakhir
mencapai finish. Tak apa! Yang penting bisa sampe. Aku, Dani & Herry
jadi kloter terakhir yang mencapai teluk Semut.
Menyeberangi selat lagi, menuju pantai Sendang Biru. Lalu bermotor-motoran ria menuju Malang.
10 ekor personil berpisah di kota Malang, menuju peraduan masing-masing.
4 agen dari Jawa Tengah (Aku, Dani, Dhodhot, Rully) menuju rumah Yayan
(19.43 WIB) di daerah Malang kota. Kita bermalam di situ, menunggu
hingga pagi datang.
Senin, 23 Januari 2012
07.30 WIB
Start dari rumah Yayan. Mampir bentar di tugu Balai Kota Malang. Biasaaaa.....
Ambil gambaaarrrr...
Narsis abizzzsss!!!!
Qiqiqi...
Suasana taman Tugu kayak di Tugu Muda Semarang. Mampir rumah ucHiLL
juga. Ngambil mantol Rully yang kebawa ucHiLL. Cuman mampir-mampir
bentar, coz kita ngejar waktu.
Yar gak kemaleman sampe rumah. Yar aku & Dani sampe rumah masih bisa
ketemu Dek ‘Aini (keponakan kesayanganku). Klo kemaleman, takut’nya
ntar dek ‘Aini dah bobok. Dhodhot juga dah pengen cepet-cepet ketemu
keponakannya, Teddy!! Hehehe....
Kembali kami ulangi perjalanan kami jum’at lalu. Kali ini gak
gelap-gelapan kayak Jum’at kemarin. Bersama scooter plastic kami
masing-masing. Beberapa kali istirahat mengumpulkan energi. Sampe di
rumah Dhodhot (Surakarta) pas maghrib. Transit bentar, skalian mbagi
harta karun dari ibu’nya mas Yayan kripik tempe khas Malang.
18.30 WIB
Sampe juga di rumaaaaahhhhh (Boyolali). Dek ‘Aini lun bobok. Aku m Dani disambut hangat m dek ‘Aini!!! Kangeeeennnn....
Gak beda ma Dhodhot, yang disambut hangat si Teddy, keponakannya. Klo Rully disambut capa yaaaa....
Hehehe...
Bersih-bersih diri, sholat, makan. Badanku guatel-guatel semua. Ditaburi
bedak salicylnya dek ‘Aini. Telapak kakiku ternyata penuh
goresan-goresan penyiksaan. KAPOK aku ke pulau SEMPU!!! Laen kali gak
mau mau lagi!!! Klo terpaksanya haruz ke sana lagi, aku gak mau klo
cuman nginep semalam!!! Rugiiiiii.....
Hahahaha...
Habis beres merawat diri, dilanjut nyuci baju segunung!! Hasil praktikum di pulau SEMPU.
Sekalian tambah capeknya!!! Hahaha...
Nyuci sampe hampir jam sebelas malam. Habis nyuci pijit-pijitan ma Dani bentar!!! Trus beranjak tiduuuuurrrr.
Selesai sudah kisah ini....
Sampe jumpa di lokasi selanjutnya. Lokasi yang haruz bisa bikin aku KAPOK!!!! Klo bisa kapok maen!!! Qiqiqiqiiiii....
Tak lupa aku ucapkan matur thengkyu kepada:
- Allah SWT, tanpa kuasa-Nya aku tak ‘kan pernah bisa mencapai pulau SEMPU.
- Mas Yayan, yang dah banyak berkorban tenaga dan perasaan. Gara-gara takut gak aku sapa, sampe rela hujan-hujanan survey perahu ke Sendang Biru.
- Adek kandungku, Dani. Maaph, aku menyeretmu ikut terjebak dalam lumpur pulau SEMPU.
- Rully dan Dhodhot, para ABG tua, sahabat setia dalam suka. Bukan dalam duka. Karna bersama kalian, duka’ku jadi suka.
- Arek-arek Malang (Lolock’, Herick’, Herry, ucHiLL), tanpa kalian, kurang rame!!!
- Keluarga ucHiLL, thank buat hidangan jajanan paginya.
- Keluarga Mbak Zahra, thank buat sarapan dan jamuan istimewanya.
- Keluarga mas Yayan, thank buat pelayanan penginapan semalamnya plus kripik tempenya. Thank juga buat makan malam (mie pangsit Malang), sarapan pagi (sayur soup, ayam guring, tempe mendoan, tempe gembus), tyuz tambahan bekal perjalanan (seplastik gorengan ala mama’nya mas Yayan). Muanthabz!!!!!
- Bapak tukang perahu.
- POM bensin antara Surakarta-Sragen-Batu-Malang. Bensinmu penopang mesinku. Musholamu penopang akheratku. Toiletmu penopang air seniku. Pelataranmu penopang tidur lelapku.
- Thank for all (yang belum tersebut secara terperinci sudah termasuk dalam point ini).
--THE END--
Label:
Bukan Fiksi
Lokasi:
Pulau Sempu, Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)


























